Selasa, 02 Oktober 2018

Melemahnya Nilai Budaya Bangsa pada Remaja


            Indonesia, dengan kekayaan ragam budaya yang diikat oleh Bhineka Tunggal Ika adalah potret dari sebuah negara berpuluh ribu pulau dan ratusan juta jiwa yang tersebar dari ujung sabang hingga merauke. Peradaban manusia yang terus berkembang, menambah variasi jumlah budaya yang ikut berkembang dengan berbagai inovasi yang menakjubkan. Budaya Indonesia, tidak bisa lepas dari nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Nilai-nilai yang sudah mengakar dan menjadi karakter bangsa ini wajib kita jaga kelestariannya.
            Hidup bersama manusia dengan berbagai lingkungan adat yang beragam, masyarakat Indonesia kental dengan nilai budaya sebagai sarana bersosial dan menjunjung tinggi kekeluargaan. Melalui nilai budaya tersebut, kita memiliki acuan dan pedoman dalam hidup bermasyarakat. Negara kita memiliki nilai budaya yang sangat banyak, seperti gotong royong, musyawarah, dan sikap saling menghargai. Dilihat dari kaca remaja, sekarang ini nilai budaya bangsa sudah mulai diabaikan. Seiring zaman yang berkembang, teknologipun sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Mudahnya penggunaan serta waktu yang dirasa efisien, teknologi menjadi pilihan remaja yang diandalkan.
            Teknologi memang tidak bisa dihindari keberadaannya. Akan tetapi, remaja menjadi jiwa yang mengesampingkan kebersamaan. Berdampak pada turunnya jiwa kekeluargaan yang membawa mereka pada sikap kurang peduli satu sama lain. Rasa saling menghargai pada sesamapun berangsur lemah seperti tawuran antar pelajar hanya karena permasalahan sepele dan  perdebatan panjang karena ingin memaksakan opini dalam pengambilan keputusan melalui musyawarah. Hidup dizaman yang serba mudah, gotong royong memang sudah semakin melemah. Biasanya remaja memilih bekerja sendiri tanpa mau mendapat bantuan dari orang lain karena gengsi.
            Melemahnya nilai-nilai budaya bangsa pada diri remaja saat ini memang sudah terlihat jelas. Nilai budaya ada, karena kita berbeda, dan perbedaan itu yang menjadikan kita kaya. Sebagai remaja bijak, kita harus mampu mempertahankan nilai-nilai budaya bangsa yang sudah dijaga sejak jaman nenek moyang. Jangan diperbudak oleh teknologi, karena kita dikelilingi oleh banyak manusia. Budayakan sikap gotong royong, musyawarah, dan sikap saling menghargai dalam hidup. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar