Public Relations
Perkembangan profesionalisme Public
Relations yang berkaitan dengan pengembangan peranan Public Relations,
baik sebagai praktisi maupun profesional dalam suatu organisasi atau perusahaan
menurut Dozier dalam Ruslan (2006:20-21) merupakan salah satu kunci untuk
memahami fungsi Public Relations dan komunikasi organisasi. Selain itu, hal tersebut juga merupakan kunci
untuk pengembangan peranan praktisi Public Relations (pejabat Humas) dan
pencapaian profesionalisme dalam Public Relations
Peran Public Relation
1. Penasehat Ahli ( Expert Prescriber
).
Seorang praktisi Public Relations yang berpengalaman dan memiliki kemampuan tinggi dapat membantu mencarikan solusi dalam penyelesaian masalah hubungan dengan publiknya (Communicator Fasilitator ).
Seorang praktisi Public Relations yang berpengalaman dan memiliki kemampuan tinggi dapat membantu mencarikan solusi dalam penyelesaian masalah hubungan dengan publiknya (Communicator Fasilitator ).
Contoh :
Kasus
Sebagaimana yang diberitakan oleh
media masssa, hingga saat ini masih sering terjadi kecelakaan di perlintasan
kereta api, antara pemakai jalan raya dengan kereta api.
Tugas
Berdasarkan konsep/teori Cutlip
& Center di atas, tindakan apa yang harus diambil oleh Praktisi PR/Kepala
Humas PT.Kereta Api Indonesia apabila terjadi kecelakaan di perlintasan kereta
api?
Penyelesaian
Kasus
Berdasarkan permasalahan diatas,
Praktisi PR/Kepala Humas PT.KAI sangat berperan penting dalam menjaga dan mempertahankan
pengertian timbal balik yang dapat membangun citra baik PT.KAI agar senantiasa
dipercaya sebagai salah satu perusahaan di bidang jasa transportasi darat yang
terpercaya dan bisa diandalkan oleh masyarakat.
Kecelakaan yang sering terjadi diperlintasan
kereta api antara pemakai jalan raya dengan kereta api sedikit banyak pasti
akan menimbulkan masalah yang dapat mengganggu kelangsungan kegiatan PT.KAI,
baik secara intern dan ekstern perusahaan.
Berikut adalah masalah-masalah yang memiliki peluang
besar akan timbul, yaitu:
1. Munculnya berita kurang baik dan menyudutkan PT.KAI
yang diberitakan di media massa.
2. Munculnya
opini negatif masyarakat sehingga citra PT. KAI dianggap kurang baik.
3. Munculnya pihak-pihak yang saling menyalahkan akibat kecelakaan KA dengan pengguna jalan raya baik dari pihak PT.KAI
dengan masyarakat ataupun dari sesama civitas PT.KAI.
4. Hilangnya kepercayaan antara sesama civitas PT.KAI sehingga keadaan dalam
perusahaan tidak harmonis.
5. Hilannya kepercayaan masyarakat terhadap PT.KAI
sehingga perusahaan dapat merugi karena pendapatannya menurun.
Masalah-masalah diatas muncul karena
beberapa sebab, berikut adalah penyebab terjadinya masalah yang berpeluang
besar akan timbul ketika terjadi kecelakaan kereta api dengan pengguna jalan
raya, yaitu:
1. Tidak ada komunikasi yang baik antara pihak praktisi
PR/Kepala humas PT.KAI dengan masyarakat yang menggunakan jalan raya akibat
kecelakaan di perlintasan kereta api, sehingga menimbulkan rumor atau berita
yang kurang baik di media massa yang dapat menurunkan bahkan menghancurkan
citra perusahaan.
2. Perusahaan tidak mengasuransikan aset tetap terhadap
resiko kecelakaan, kebakaran, dan jenis kerugian lainnya, kendala teknis berupa
gangguan komunikasi dan sistem persinyalan, kurangnya pengendalian perawatan
dan keselamatan kereta api. Sehingga, akan timbul salah menyalahkan antara
pihak-pihak yang terlibat dan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap PT.KAI
ataupun sesama civitas PT.KAI yang menimbulkan ketidakharmonisan dalam
perusahaan dan juga perusahaan dengan publiknya.
3. Minimnya budaya toleransi keselamatan sesama pengguna jalan dan minimnya
solialisasi tentang rambu-rambu di area perlintasan kereta api.
2. Fasilitator Komunikasi (
Communication Fasilitator ).
Dalam hal ini, praktisi Public Relations bertindak sebagai komunikator atau mediator untuk membantu pihak manajemen dalam hal mendengar apa yang diinginkan dan diharapkan oleh publiknya
Dalam hal ini, praktisi Public Relations bertindak sebagai komunikator atau mediator untuk membantu pihak manajemen dalam hal mendengar apa yang diinginkan dan diharapkan oleh publiknya
Contoh :
Terjadi
konflik internal perusahaan demo yang terjadi di halaman gedung Telkom Divre IV
pada 1 Maret 2010. Penyebab utama munculnya demo ini karena karyawan merasa
keberatan dengan kebijakan penurunan gaji yang dilakukan oleh perusahaan pada
48 karyawan yang terkena penurunan jabatan, sebagai akibat transformasi jabatan
yang dilakukan perusahaan pada 1 Februari 2010. Peranan PR dirasa sangat baik
dalam usahanya menjadi fasilitator komunikasi antara manajemen dengan karyawan.
Hal ini terlihat dalam komunikasi yang dilakukan saat berdialog dengan karyawan
dan juga saat Public Relations menyampaikan segala keluh kesah serta tuntutan
karyawan pada manajemen. Jadi disini PR berwenang untuk mengumpulkan informasi
sebanyak-banyaknya, mencari tahu penyebab konflik, menjadi mediator antara
manajemen dengan karyawan serta membantu memberikan solusi pada manajemen untuk
mengatasi konflik yang terjadi. Akhirnya pihak manajemen mengeluarkan keputusan
untuk mengembalikan gaji 48 karyawannya seperti sedia kala, namun dengan syarat
perusahaan tidak memberikan potongan gaji karyawan di bulan-bulan sebelumnya.
- Fasilitator Proses Pemecahan Masalah ( Problem
Solving Process Fasilitator ).
Peranan praktisi Public Relations dalam pemecahan masalah persoalan Public Relations ini merupakan bagian dari tim manajemen. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pimpinan organisasi baik sebagai penasihat ( adviser ) hingga mengambil rindakan eksekusi (keputusan) dalam mengatasi persoalan atau krisis yang tengah dihadapi secara rasional dan profesional.
Contoh :
Kasus yang pernah dialami oleh perusahaan
Johnson & Johnson’s, yang bermula pada meninggalnya delapan orang penduduk
Chicago – AS padatahun 1982, dan disusul dengan kejadian serupa pada tahun 1986
yangmenewaskan satu orang secara misterius, dimana hasil otopsi yang dilakukan
oleh tim forensik menunjukkan bahwa kesemua orang tersebut meninggal
diakibatkan oleh racun “sianida”, yang dimasukkan secara sengaja oleh orang
yang tidak bertanggung jawab ke dalam kapsul obatmerek Tylenol yang notabene
diproduksi oleh Johnson & Johnson’s. Belakangan diketahui bahwa orang yang
memasukan racun sianida tersebut adalah mantan karyawan perusahaan yang sakit
hati karena diPHK. Berita tewasnya penduduk Chicago itu tersebar cepat melalui
media massa sehingga mengakibatkan kepanikan di tengah masyarakat, khususnya
kalangan stakeholder seperti: pihak rumah sakit, dokter,pasien, maupun
apoteker. Di sisi lain, dalam bursa saham, harga saham Johnson & Johnson’s
turun hingga 15% dalam periode 30 hari setelah berita tersebut tersebar di
media massa, namun untungnya harga saham kembali menguat selang 60 hari pasca
upaya penyelesaian krisis dengan upaya penanganan langkah yang tepat, yang
dilakukan oleh pihak management.
Management perusahaan Johnson &
Johnson’s bersama dengandepartemen public relationsnya melakukan serangkaian
upaya berbasisdua hal, yaitu:
Tindakan dan komunikasi sebagai
upaya respon cepatperusahaan terkait masalah yang mereka hadapi saat itu,
antara lain:
1. Memberikan peringatan dan
mempublikasikan kepada masyarakat luas melalui media massa untuk ”menghentikan”
mengkonsumsi kapsul merek Tylenol hingga diketahui secara pasti di wilayah
pemasaran mana saja terdapat penyebaran kapsul beracun itu terjadi (walaupun
akhirnya diketahui wilayah penyebaran kapsul beracun tersebut hanya terjadi di
Chicago saja).
2. Menghentikan kegiatan produksi kapsul Tylenol, dan menghentikan pula iklan
produk obat tersebut di media massa.
3. Menjalin hubungan atau melakukan kontak dengan aparat
keamanan,serta badan POM (pengawas obat dan makanan).
4. Menarik seluruh kapsul Tylenol dari peredaran tanpa
terkecuali, diseluruh AS dan di 14 negara bagian lainnya, untuk
kemudiandilakukan pemusnahan massal, yaitu sebanyak 31 juta botol
denganestimasi nilai lebih dari US$ 100 juta.
5. Merancang dan memproduksi kemasan kapsul yang baru,
dimanatahan terhadap kemudah untuk ditembus oleh orangyang tidak bertanggung
jawab.
6. Mengembalikan kapsul Tylenol kemasan baru ke pasaran.
7. Melakukan upaya promosi kembali yang lebih intensif,
gunameyakinkan konsumen atas keamanan, keselamatan, dari kemasan baru yang kini
jauh lebih baik.Setelah melihat ketujuh poin hal – hal yang dilakukan
perusahaanJohnson & Johnson’s diatas, kini kita dapat membagi menjadi dua
hal,yaitu hal yang merupakan tindakan dan hal – hal yang merupakan komunikasi.
- Teknisi Komunikasi ( Communication Technician ).
Peranan communications technician ini menjadikan praktisi Public Relations sebagai journalist in recident yang hanya menyediakan layanan teknis komunikasi atau dikenal dengan of communication in organization.
Contoh :
S diarahkan untuk berperan menulis, menulis news letter, menulis in house
journal, menulis news release, menulis feature, dll. Biasanya praktisi dalam
peran ini tidak hadir pada saat manajemen menemui kesulitan. Mereka tidak
dilibatkan dalam manajemen sebagai pengambil keputusan. Peran mereka lebih ke
arah penulisan tools dan mengimplementasikan program. Biasanya PR sebagai
Teknisi Komunikasi seperti Resepsionis, MC, atau mengkliping berita-berita.
Fungsi Public Relations
a. Menjadi salah satu pendukung bauran pemasaran
b. Menciptakan citra atau reputasi yang baik dimata public
c. Menumbuhkan hubungan hingga kerja sama antara perusahaan dengan pihak internal maupun eksternal
d. Mampu memberikan motivasi dan meningkatkan partisipasi public
e. Dapat sebagai salah satu penunjang manajemen demi mencapai tujuan yang diinginkan
f. Pendorong untuk membangun sumber daya manusia yang professional
g. Menetralkan isu – isu yang anda dan mampu menciptakan komunikasi yag harmonis didalam organisasi atau perusahaan itu sendiri.
b. Menciptakan citra atau reputasi yang baik dimata public
c. Menumbuhkan hubungan hingga kerja sama antara perusahaan dengan pihak internal maupun eksternal
d. Mampu memberikan motivasi dan meningkatkan partisipasi public
e. Dapat sebagai salah satu penunjang manajemen demi mencapai tujuan yang diinginkan
f. Pendorong untuk membangun sumber daya manusia yang professional
g. Menetralkan isu – isu yang anda dan mampu menciptakan komunikasi yag harmonis didalam organisasi atau perusahaan itu sendiri.
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar