Selasa, 02 Oktober 2018

Turunnya Minat Baca Buku pada Mahasiswa


Membaca buku merupakan kegiatan memahami teks bacaan yang terdapat pada buku dengan tujuan untuk memperoleh informasi dari teks yang dibaca. Buku, dengan segala ilmu pegetahuan yang terkandung di dalamnya memuat banyak informasi yang bisa kita dapat. “Buku adalah jendela dunia. Buku adalah gudang ilmu”. Kita sering menemukan atau mendengar kedua ungkapan tersebut, tetapi kita belum sepenuhnya memahami makna yang terkandung dalam kedua ungkapan itu. Kita biasa membaca buku hanya pada saat membutuhkan informasi yang sudah kita ketahui terdapat dalam buku itu, maupun menyelesaikan tugas yang mengharuskan membaca buku.

            Perkembangan teknologi yang pesat, memudahkan kita dalam mengakses berbagai informasi yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan buku. Internet, menjadi media yang selalu bisa diandalkan dalam membantu seorang mahasiswa dalam mencari referensi tugas yang dibutuhkan. Dalam kelebihannya, internet memiliki waktu yang sangat cepat dalam mengakses segala informasi, akan tetapi internet memperbudak mahasiswa dalam menangkap informasi tersebut. Mahasiswa biasanya hanya mengambil dan mengcopy paste tulisan di internet tanpa membacanya terlebih dahulu. Hal tersebut menyebabkan kurangnya pemahaman yang didapatkan oleh mahasiswa karena rasa keingintahuannya yang menurun seiring dengan turunnya minat baca.
            Rendahnya minat baca buku pada mahasiswa dapat dilihat dari jumlah kunjungan perpustakaan pada setiap kampus. Biasanya, perpustakaan kampus ramai saat sedang berlangsung ujian. Selain itu, mahasiswa juga mengunjungi perpustakaan hanya pada saat dosen sedang memberi tugas untuk berkunjung ke perpustakaan. Pada hari-hari biasa, mahasiswa yang mengunjungi perpustakaan dengan tujuan murni untuk membaca buku dan ingin mempelajari sesuatu yang baru bisa dihitung, ada juga mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi untuk mencari referensi bahan dalam proses pembuatan skripsinya. Yang sering dilakukan mahasiswa saat ini adalah lebih memilih membuka internet untuk mencari segala pertanyaan dan informasi yang mereka cari. Hal ini tentu menjadi penyebab turunnya minat baca buku pada mahasiswa. Kemudahan yang diberikan oleh internet menjadikan mahasiswa sebagai seorang yang cenderung malas untuk lebih memahami suatu bacaan, dan menjadikan mereka kurang mandiri karena tidak adanya analisis dari bahan bacaan yang dibaca sehingga langsung mengambil begitu saja dari internet tanpa membacanya terlebih dahulu.
                        Membaca buku merupakan hal yang perlu dibiasakan sejak dini. Salah satu faktor yang menyebabkan minat baca pada mahasiswa rendah yaitu kurangnya kebiasaan yang baik dalam hal membaca buku sejak dini. Dalam hal ini orang tua berperan penting dalam menumbuhkan jiwa suka membaca buku dimulai dari usia dini. Mahasiswa yang tidak terbiasa membaca buku sejak dinipun, menjadi enggan dan malas untuk membaca buku.
            Berdasarkan survey yang dilakukan UNESCO pada tahun 2012 terhadap minat baca di 61 negara, Indonesia hanya 0,001 persen atau menempati peringkat kedua terendah dari negara yang disurvei. Sementara  berdasarkan survei yang diliris Asosiasi  Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah  pengguna internet di Indonesia mencapai 62 juta orang  atau sekitar 24,23 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Survei APJII itu menunjukkan penduduk berusia berusia 12-34 tahun mendominasi pengguna Internet di Indonesia dengan porsi 64,2 persen. Sedangkan kelompok pengguna berusia 20-24 tahun mencapai 15,1 persen dari total pengguna.
            Dari survey tersebut, kita bisa melihat betapa memprihatinkannya minat paca penduduk Indonesia. Ditambah lagi pengguna internet berusia 20-24 tahun yang juga mendominasi, yang di dalamnya termasuk usia mahasiswa. Seharusnya, mahasiswa sebagai seorang berpendidikan yang selalu haus akan ilmu pengetahuan, di zaman sekarang ini justru minim keingintahuan. Berbagai kegiatan yang dilakukan mahasiswapun lebih banyak dihabiskan dengan membuang waktu dengan melakukan hal-hal yang kurang menambah pengetahuan. Waktu luang yang banyak dimiliki mahasiswa ini tidak banyak dihabiskan untuk membaca buku, mereka lebih memilih membuka ponselnya untuk berselancar di internet.
            Menyandang gelar sebagai mahasiswa merupakan suatu kebanggan. Namun di sisi lain juga menjadi tantangan. Betapa tidak, ekspetasi dan tanggung jawab yang diemban oleh mahasiswa begitu besar, karena seorang mahasiswa merupakan agen perubahan. Mahasiswa haruslah menjadi orang yang mampu memberikan solusi bagi permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat, bangsa, dan negara. Menjadi mahasiswa haruslah menjadi seoramg yang memiliki wawasan luas, sehingga mampu berinteraksi secara aktiv dalam pembelajaran serta dapat menampilkan ide serta pendapat yang mereka miliki untuk memecahkan suatu masalah. Lalu, apabila sekarang mahasiswa saja sudah malas membaca buku dan minimnya rasa keingintahuan yang mereka miliki, bagaimana mereka menyikapi perkembangan arus globalisasi yang begitu pesat?
            Perkembangan teknologi tidak bisa dihindari lagi, seiring dengan perkembangan peradapan manusia yang semakin maju. Akan tetapi, sebagai mahasiswa, apakah benar membiarkan arus globalisasi yang semakin deras ini mengalir begitu saja? Dengan mudahnya infoermasi yang bisa didapat, tidak seharusnya mahasiswa menjadi seorang yang menerima informasi secara mentah begitu saja tanpa mengkaji lebih lanjut. Di internet, banyak beredar informasi yang sama walaupun sumber yang berbeda. Dalam informasi tersebut, mahasiswa lebih memilih membacanya sekilas tanpa membandingkan dengan sumber-sumber yang lain, ataupun dalam buku.
            Faktor teknologi yang lain adalah, mahasiswa sekarang lebih suka menonton daripada membaca. Menonton video melalui internet, dirasa lebih mudah ditangkap otak daripada membaca. Akan tetapi, informasi yang didapat dari video biasanya mudah terlupakan. Membaca memaksa kita untuk memahami, mengolah dalam otak, sehingga menumbuhkan rasa ingatan yang kuat dan tidak mudah dilupakan.
            Budaya membaca yang merupakan langkah awal dari sebuah Negara berkembang untuk menata generasi muda bangsa yang maju dan makmur mungkin belum muncul dari kesadaran masyarakat Indonesia, khususnya mahasiswa. Minimnya minat membaca dari kebanyakan mahasiswa Indonesia tentu akan mempersulit keadaan yang sedemikian terpuruknya bangsa ini dari bangsa lain atas kemajuan pendidikan hingga teknologi. Rendahnya minat membaca mahasiswa sangat terasa bagaimana atmosfir akademisnya masih begitu lemah. Bukan berarti menolak perkembangan teknologi informasi, namun efektifitas perjalanan akademisi. Karena, apabila berbicara tentang akademisi pasti berbicara tentang keilmiahan. Dan bagaimana bisa disebut ilmiah kalau mencari sebuah sumber informasi dari internet, padahal informasi dari internet tidak ada yang menjamin kebenaran dan keakuratan informasinya. 
            Berbagai dampak yang bisa terjadi pada mahasiswa apabila minat bacanya rendah adalah seperti, banyak mengalami masalah dalam memahami, menguasai, meneruskan, serta menggunakan ilmu pengetahuan serta teknologi untuk menghasilkan produk-produk berkualitas, minimnya wawasan dan keilmuan yang terbatas akan mengkerdilkan pola pikir sehingga mereka mudah dipengaruhi oleh berbagai doktrin dan pemahaman negatif, kurang membaca akan menyebabkan kreatifitas seseorang tak berkembang, seperti yang kita ketahui bahwa pola pikir kreatif akan terwujud bila yang bersangkutan mengembangkan pola pikir serta mampu merespon lingkungan sekitar dengan cepat dan hal ini bisa dilatih dengan kegiatan membaca. Ide-ide kreatif yang muncul tentu bisa membuat seseorang menjadi lebih produktif atau memberikan manfaat tak hanya bagi diri sendiri melainkan juga orang-orang di sekitarnya. Dampak bila tidak memiliki Minat baca berikutnya adalah tidak mengetahui informasi teraktual sehingga mengalami kesulitan untuk meningkatkan kualitas diri, ketidaktahuan karena enggan menambah ilmu pengetahuan serta meng-upgrade diri dengan informasi terbaru akan menimbulkan ketidakpedulian. Lambat laun hal ini akan membuat yang bersangkutan menutup diri dan sibuk dengan dunianya sendiri serta abai dengan lingkungan sekitarnya. Mereka yang tak berwawasan luas cenderung akan mengalami kesulitan pada kehidupan sosialnya, karena tak dapat berkomunikasi dengan baik karena input yang dimilikinya tak sebanyak teman-teman di sekitarnya. Orang yang menyenangkan dalam pergaulan pada umumnya adalah mereka yang enak diajak berdiskusi karena memiliki pengetahuan luas atas berbagai topik. Pada efek yang lebih besar atas keengganan untuk membaca pada generasi muda ini adalah kerugian negara yang kehilangan aset-aset penyumbang dalam kemajuan bangsa yang berkualitas dan mempunyai produktifitas yang tinggi.
            Jadi, strategi dan upaya untuk meningkatkan minat baca di kalangan mahasiswa adalah dengan cara para orang tua hendaknya menanamkan budaya membaca kepada anak-anaknya sedari kecil, membiasakan diri untuk gemar membaca, memiliki target waktu membaca dengan tempo tertentu, memanfaatkan waktu senggang untuk membaca, menyisakan uang untuk membeli buku, dan mengikuti kelompok diskusi. Seperti yang dikatakan Moh. Hatta, bahwa “Aku rela dipenjara asal bersama buku, karena dengan buku aku bebas”. Selain itu, mahasiswa akan sukses dalam kecerdasan intelektual, emosional, dan spriritual apabila sudah menguasai berbagai macam bacaan dan mampu mengimplementasikan dalam kehidupannya sehari-hari. Karena segala sesuatu akan mudah dicapai dengan kebiasaan, dan kebiasaan membaca tumbuh dalam kesadaran diri masing-masing setiap mahasiswa.
            Jika sudah terlanjur dewesa dan menjadi mahasiswa yang malas membaca buku, maka akan sulit merubah kebiaasan tersebut. Salah satu hal yang akan mendorong mahasiswa membaca biasanya karena tuntutan tugas kuliah atau memang karena dosen yang memaksa. Minat baca mahasiswa terbentuk dari pribadi masing – masing. Hal yang terpenting untuk menumbuhkan minat baca mahasiswa adalah kesadaran diri dari mahasiswa tersebut. Ada beberapa faktor yang menyebabkan mahasiswa malas untuk membaca buku. Antara lain yaitu kurangnya imbauan dari orang tua sejak kecil, kurangnya motivasi untuk membaca buku dan adanya smartphone yang sangat mudah untuk mencari informasi. Sebagai mahasiswa kita harus sadar akan kebutuhan kita masing – masing. Mahasiswa harus mampu mewujudkan bangsa dan negara untuk berkembang menjadi lebih baik lagi, karena segala aset perubahan terdapat pada tangan kita, seorang mahasiswa.
Mulailah kebiasaan membaca buku tanpa harus didasari oleh keterpaksaan tugas yang diberikan, akan tetapi mulailah membaca untuk mengenal lebih jauh wawasan dunia yang belum tergapai, karena melalui buku, jendela dunia akan terbuka bagi siapa saja yang membukanya. Wawasan yang luas, akan membantu kita menjadi seorang mahasiswa yang aktiv dalam berdiskusi, menambah ilmu pengetahuan, dan dapat menjelaskan berbagai macam teori yang akurat. Banyak hal yang bisa kita dapat dari kebiasaan membaca buku, untuk itu dorongan dalam mencari segala informasi yang kita butuhkan bisa kita dapat melalui tumpukan kertas yang jauh lebih banyak dibandingkan melalui internet. Kunjungilah perpustakaan, di mana kita bisa menemukan berbagai macam judul buku yang bahkan sama sekali belum pernah kita baca. Karena dari situlah rasa keingintahuan kita muncul dan memaksa kita untuk mencari tahu, sehingga menjadi wawasan yang dapat menambah ruang otak dalam hidup kita.
           
Daftar Pustaka 
Fithrorozi.2017.Survey UNESCO: Minat Baca Orang Indonesia Terpuruk.Terarsip dalam https://kominfo.belitungkab.go.id/2017/04/26/survey-unesco-minat-baca-orang-indonesia-terpuruk/. Diakses pada tanggal 30 September 2018
Lailatul Fadhilah.2017.Kurangnya Minat Baca Mahasiswa.Terarsip dalam https://www.hipwee.com/opini/kurangnya-minat-baca-mahasiswa/. Diakses pada 30 September 2018
Erzal Syahreza.2017.Krisis Minat Membaca Dikalangan Mahasiswa.Terarsip dalam https://lampungpro.com/post/9135/krisis-minat-membaca-dikalangan-mahasiswa. Diakses pada 30 September 2018
Kabar Tema.2016.”KRISIS MINAT MEMBACA”.Terarsip dalam http://kabarterma.blogspot.com/2016/04/krisis-minat-membaca.html. Diakses pada 30 September 2018
Bimba.2016.Dampak Bila Tidak Memiliki Minat Baca.Terarsip dalam https://bimbaaiueo.com/dampak-bila-tidak-memiliki-minat-baca-generasi-muda/. Diakses pada 30 September 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar