Yogyakarta – Acara
pagelaran seni musik kreatif kembali di adakan pada (22/4) di Taman Budaya
Yogyakarta. Pagelaran ini berlangsung dengan meriah, terdiri dari beberapa
materi seperi pertunjukan tradisi dan musik. Acara ini sudah diselenggarakan
sejak tahun 2006. Tujuan dari pagelaran seni musik kreatif sendiri adalah untuk
mengapresiasi segala bentuk kesenian yang terdapat di Daerah Istimewa
Yogyakarta, dan untuk memperkenalkan pada masyarakat kemudian dijadikan sebuah
motivasi agar bisa melestarikan kesenian dan budaya yang ada, dan secara tidak
langsung untuk mendukung perkembangan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pagelaran seni musik
kreatif ini diselenggarakan oleh tim Taman Budaya Yogyakarta dan Dinas
Kebudayaan DIY. Beberapa acara yang hadir meramaikan adalah pertunjukan musik dan
ketoprak. Musik kreatif dipilih karena
mampu menjadi sebuah wadah untuk menampung musik-musik.
“saya cukup gembira,
dengan adanya respon menarik dari banyak kelompok seni di kabupaten DIY,
terbukti dengan minat kelompok yang ingin tampil di acara ini. Itu artinya
perkembangan seni tradisi DIY sangat luar biasa”, ujar Bapak Wiswanto, selaku
ketua panitia.
Pengunjung yang datang
untuk melihat pagelaran tersebut cukup banyak, beberapa orang mengabadikan
dengan kamera, beberapa hanya duduk sambil menikmati alunan musik yang
menenangkan atau pertunjukan ketoprak yang menghibur.
“acaranya bagus,
menginspirasi para pemuda untuk berkarya lebih baik untuk mengangkat kembali
musik tradisional. Semoga masyarakat Jogja banyak yang datang untuk
mengapresiasi, anak muda jangan lelah untuk berkarya dengan inovasi baru. Dan untuk
panitia semoga ke depannya bisa menyediakan tempat yang lebih nyaman”, tutur
Erna, seorang pengunjung yang memberikan beberapa harapannya.
Acara-acara seperti ini
sangat perlu dilestarikan keberadaannya, selain menghibur masyarakat juga
sebagai ajang mengenalkan seni tradisi agar tetap lestari dan penunjang
perkembangan pariwisata, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar